WEB SITE RESMI GKPI BUKIT SION YANG BARU

Puji Tuhan, Gereja GKPI Bukit Sion sekarang telah memiliki Web Site resmi yaitu : http://www.gkpibukitsionbatam.com. Jadi untuk berita berita terbaru (terupdate) silahkan check di halaman tersebut, Tuhan Memberkati.

GKPI BUKIT SION, BIDA AYU - M.KUNING, BATAM

Blog ini kami tujukan khususnya untuk seluruh jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) BUKIT SION Bida Ayu - Muka Kuning, Batam dan umumnya untuk seluruh saudara-saudari kami yang beragama Kristiani yang mungkin belum sempat beribadah pada Hari Minggu yang mungkin dikarenakan oleh aktifitas yang padat, sehingga melewatkan bahan renungan pada Minggu yang berjalan. Oleh karena itu, bapak dan ibu serta pemuda pemudi kami bisa membaca Summary atau ringkasan dari renungan Mingguan kita disini. Berita jemaat juga bisa dilihat di blog ini, seperti jadwal Evanggelisasi kita serta Renungan Harian yang dikutip dari berbagai sumber. Dalam bulan ini Gereja kami GKPI BUKIT SION akan melakukan pembangunan fisik gereja, oleh karena itu, kami memohon bantuan doa dari saudara-saudari yang berkunjung ke Blog kami. Semoga Blog ini bermanfaat dan dapat menjadi saluran berkat bagi kita semua, Tuhan Yesus Memberkati.

Hormat dan salam kami
JM. Hutagaol, SPd
(Sekretaris Jemaat GKPI BUKIT SION - Batam)

Wednesday, November 26, 2008

Pesta Pembangunan Gereja Gkpi Tanjung Piayu Batam (31 January 2009 s/d 1 Pebruary 2009)

Adalah sesuatu yang sangat wajar, apabila jemaat Gereja mengharapkan agar Bangunan Gereja dimana ia beribadah menjadi nyaman. Sebab kita sama sama mengamini bahwa Pembangunan fisik gereja merupakan salah satu bagian dari pembangunan iman jemaat. Gedung Gereja yang bagus dan memadai tentu akan membuat seluruh jemaat dapat beribadah dengan sangat baik.

Akan tetapi, apabila Gedung Gereja belum selesai dibangun, katakan saja beberapa contoh yaitu masih berlantai Tanah, dan Sisi Fisik Gereja belum diplester luar dalam, serta Asbes gereja belum terpasang, maka sangat terasa bahwa hal hal tersebut dapat mengurangi kehikmatan beribadah sekaligus akan mengurangi semangat jemaat di dalam mengikuti Ibadah.

Untuk merampungkan pembangunan Gereja tersebut supaya terciptanya peribadahan yang nyaman di Rumah Tuhan, maka kami dari Jemaat Gkpi Tanjung Piayu Batam bersatu hati untuk membuat Pesta Pembangunan Gereja Gkpi Tanjung Piayu yang akan diadakan pada Hari Sabtu, 31 January 2009 s/d 1 Pebruary 2009 bertempat di Halaman Gereja Gkpi Tanjung Piayu Batam. Oleh karena itu kami mengundang seluruh saudara-saudara untuk dapat menghadiri acara tersebut, dan mari kita bersama-sama bergandengan tangan menyelesaikan pembangunan Fisik Gereja kita tersebut.

Melalui Blog ini, kami dari Panitia Pesta Pembangunan juga meminta bantuan Doa maupun Dana kepada Bapak/Ibu Sekalian, yang tujuannya adalah untuk membantu penyelesaian dari Pembangunan Gereja kita. Atas bantuan serta partisipasi dari Bapak/Ibu sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Tuhan Memberkati


Tertanda
(Panitia Pesta Pembangunan Gereja Gkpi Tanjung Piayu Batam)
=====================================================

SUSUNAN PANITIA PESTA PEMBANGUNAN
GEREJA KRISTEN PROTESTAN INDONESIA
RESORT KHUSUS TANJUNG PIAYU - BATAM


Pelindung :
1. Pdt. M.S.E. Simorangkir, MTH (Bishop Gkpi)
2. Seluruh Pendeta Gkpi Kepulauan Riau

Penasehat:
1. Drs. Ismeth Abdullah
2. Ny. Drs. Ismeth Abdullah / Ibu Aida Ismeth Abdullah
3. Walikota Batam
4. Jhon Kennedy Rajagukguk
5. Jasarmen Purba, SH
6. Ir. Richard Pasaribu, Msc
7. Udin Sihaloho, SH
8. Robert Siahaan, SH, MHum
9. Thomson Siregar
10. St. Oloan Hasibuan
11. Suryani Siahaan, Spsi, MSi

Ketua Umum : Jumaga Nadeak, SH, MHum
Ketua Pelaksana : St. Werton Panggabean, SH
Wakil Ketua I : JM. Hutagaol, SPd
Wakil Ketua II : St. S. Manurung
Wakil Ketua III : Monang Nainggolan, ST
Sekretaris : Rimmeld Anthonius Siregar, SS
Bendahara :
1. H. Tampubolon
2. Diesel Simanjuntak, ST

Seksi-Seksi:
I. Acara :
1. St. H. Br. Panggabean
2. Franky Simanjuntak, Sth

II. Dana :
1. Jahuin Hutajulu
2. Ombur Rajagukguk
3. St. Malanton Hutagalung (HKBP Tanjung Piayu)
4. St. Simanjuntak (GKPI Sekupang)
5. Parlaungan Sinambela (Gkpi Bengkong)
6. St. Edison Hutapea (Gkpi Trans Barelang)
7. St. Sihotang (Gkpi Batu Aji Lama)
8. Lubis (Gkpi Batu Aji Baru)

III. Perlengkapan :
1. St. R. Siahaan
2. J. Aritonang
3. S. Rajagukguk
4. S. Sagala
5. St. P. Baun
6. Seluruh Anggota Jemaat

IV. Keamanan :
1. Edu Sirait
2. P. Harahap

V. Konsumsi :
1. Ny. St. W. Panggabean / Br. Hutapea
2. St. E. Matondang
4. PW

VI. Penerima Tamu:
1. Ny. Siregar Br. Nababan
2. Rusmiati Pasaribu, SH
3. Lena Tampubolon
4. Ridawati Tinambunan

VII. Dokumentasi/Dekorasi:
1. A. Simanjuntak
2. PP

VIII. Lelang :
1. Victor Silitongam (Juru Lelang)
2. J. Panjaitan
3. T. Pakpahan
4. PP

IX. Lucky Draw :

1. Rusmiati Pasaribu, SH
2. Dewi Simbolon, Amd
3. J. Panjaitan

X. Tor-Tor

1. Rusmiati Pasaribu, SH
2. Dewi Simbolon
3. Martin Situmeang

Gambar Seluruh Panitia Yang Terlibat dalam Pesta Pembangunan Gereja Gkpi Tanjung Piayu (31 January 2008 - 1 Pebruary 2009)


Tampak Kesibukan dari Panitia Pesta Pembangunan Gereja Gkpi ( Itu sibuk beneran loh, bukan dibuat-buat :p )


Nb: Dapatkan Kupon Lucky Draw Seharga Rp. 2500 (Dua Ribu Lima Ratus Rupiah) per lembar Dengan Hadiah Utama 1 Unit Sepeda Motor (Off the Road), Hadiah Kedua: 1 Unit Tv Berwarna 21 Inci, Hadiah Ketiga: 1 Unit Dispenser Besar (Auto Panas Dingin + Laci) Beserta Hadiah-hadiah hiburan lainnya.

Tuesday, November 25, 2008

Yang Paling Bertanggung Jawab

Kalau Anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Anda dalam hidup, maka anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri? Kenapa demikian?

Karena Andalah sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan Anda yang galak. Bukan anak buah Anda yang susah diatur. Bukan istri Anda yang tidak sejalan. Bukan suami Anda yang tidak pengertian. Bukan teman di kantor yang menggosipkan Anda. Tetapi karena Anda sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran, untuk gagal.

Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olympiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan dia akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya.

Sepasang mahasiswa drop-out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan dua orang legenda software dunia, padahal hanya berijazahkan high school (SMA).

Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi ia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu Kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenal Kentucky Fried Chicken.

Ketika percobaan lampunya yang ke-sekian ratus gagal, Thomas Alfa Edison berkata kepada seorang wartawan, “Saya tidak gagal! Bahkan saya baru saja berhasil menemukan cara ke 879 untuk tidak membuat lampu!” Pantang menyerah.

Sukses Anda, bukan nasib. Sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang “Memutuskan untuk berhenti” sebelum mencapai sukses

Monday, November 24, 2008

Kekuatan Pujian

Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, “bagian akhir harusnya “kres”.. naik sedikit. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan “Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran ...”

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukan ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau menyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya, “Pa, bagaimana laguku?”

Dia menjawab antusias, “Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi.”

Lain kali dia berkata, “Ma, Kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang”

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik yang terlalu pedas sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.

Sunday, November 23, 2008

MOMENTOMORY "Ingatlah Hari Kematianmu" (Khotbah Minggu, 23 November 2008)

Minimal, ada sebuah hari yang selalu diingat oleh setiap orang. Yaitu hari kelahirannya. Kalau ada hari lain; bisa jadi hari pernikahan, hari wisuda, hari dapat SK kerja, dll. Itu bisa diinjgat sebab sudah berlalu, dan ada sukacita di dalamnya. Tapi kalau tentang hari kematian sendiri, bagaimana mengingatnya? Kita sendiri masih hidup. Dan, kalau pun itu perlu, siapa yang mau bersusah-susah memikirkan kematian sendiri? Toh, tanpa diingat-ingat pun kita akan mati sendiri, bukan?

Lalu apa maksudnya momentomory ini? Inilah istilah yang dipakai gereja setiap kiali berbicara tentang kematian, didasarkan pada kitab injil dimana Yesus berbicara tentang kematianNya sebelum Ia disalibkan. Yesus membicarakan kematianNya sebab itu memang sebuah kepastian. Tidak ada alasan untuk menolaknya. Yesus ingin memperlihatkan sendiri kepada murid-muridNya bagaimana ia mempersiapkan hati dan rohNya dalam bersikap, bertindak dan berserah sebelum ia dipakukan di Golgota.

Itu inti momentomory. Bersiap-siap sebelum hari itu tiba. Mau ke Singapura atau ke Jakarta saja kita pasti bikin persiapan. Konon pula mau ke sorga, mengapa tidak?

Dalam hal ini, apa-apa saja yang perlu diingat?
1. Waktunya. Waktunya adalah ibarata pencuri datang tengah malam. Tepat pada saat semua keadaan tidak sedikit pun membuat kita teringat akan kematian. Ibaratnya, pas di musim kemarau. Musim dimana kita tak terpikir sedikitpun tentang mantel hujan.

2. Caranya. Ibarat permen nano-nano, banyak pilihannya. Tergantung Dia mau bagaimana. ada lewat penyakit, musibah mendadak, penghakiman (eksekusi), dll. Ada yang berproses lama tapi ada juga yang sekejap mata.

3. Konsekuensinya. Ini juga tergantung Dia. Kematian itu ibarat mimpi dimana tanpa kita tahu kita tiba tiba saja ada di sebuah persimpangan dan melihat sebuah spanduk besar bertuliskan "Hallo saudara ... selamat datang. Maaf, Anda harus ke kiri. Tidak boleh ke kanan. Atau sebaliknya, "Hallo saudara ... selamat datang. Maaf, Anda harus ke kanan. Tidak boleh ke kiri. Singkat, padat dan jelas.

4. NB: Satu-satunya yang tidak boleh kita ingat adalah upaya untuk mencobanya sendiri. Artinya, tunggu sajalah, jangan pernah berniat untuk bunuh diri.

Sumber: Pdt. TB. Tambunan
(Pendeta GKPI Jemaat Khusus Tanjung Piayu - Batam)

Saturday, November 22, 2008

Ibu, Kenapa Engkau Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

“Saat kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anak yang dilahirkannya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarga, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa keluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurhkan perasaannya.Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan Surga. So, What are you waiting for? (Apa yang sedang anda tunggu? Segeralah Telp ibu anda, dan katakan bahwa anda sangat menyayanginya

Friday, November 21, 2008

1001 Burung Kertas

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: ” July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! ”

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : ” Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.

Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo……… ……… ……… …..

July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita