WEB SITE RESMI GKPI BUKIT SION YANG BARU

Puji Tuhan, Gereja GKPI Bukit Sion sekarang telah memiliki Web Site resmi yaitu : http://www.gkpibukitsionbatam.com. Jadi untuk berita berita terbaru (terupdate) silahkan check di halaman tersebut, Tuhan Memberkati.

GKPI BUKIT SION, BIDA AYU - M.KUNING, BATAM

Blog ini kami tujukan khususnya untuk seluruh jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) BUKIT SION Bida Ayu - Muka Kuning, Batam dan umumnya untuk seluruh saudara-saudari kami yang beragama Kristiani yang mungkin belum sempat beribadah pada Hari Minggu yang mungkin dikarenakan oleh aktifitas yang padat, sehingga melewatkan bahan renungan pada Minggu yang berjalan. Oleh karena itu, bapak dan ibu serta pemuda pemudi kami bisa membaca Summary atau ringkasan dari renungan Mingguan kita disini. Berita jemaat juga bisa dilihat di blog ini, seperti jadwal Evanggelisasi kita serta Renungan Harian yang dikutip dari berbagai sumber. Dalam bulan ini Gereja kami GKPI BUKIT SION akan melakukan pembangunan fisik gereja, oleh karena itu, kami memohon bantuan doa dari saudara-saudari yang berkunjung ke Blog kami. Semoga Blog ini bermanfaat dan dapat menjadi saluran berkat bagi kita semua, Tuhan Yesus Memberkati.

Hormat dan salam kami
JM. Hutagaol, SPd
(Sekretaris Jemaat GKPI BUKIT SION - Batam)

Saturday, March 21, 2009

Renungan Harian Sabtu, 21 Maret 2009

BAGAIMANA IBADAH KITA?

"Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar," (Mazmur 2 : 11)

Beribadah kepada Tuhan berarti berada dalam keadaan takjub sepenuhnya akan Tuhan. Bicara tentang ibadah, yang terbersit adalah kegiatan-kegiatan lahiriah yang kita lakukan di gereja atau persekutuan-persekutuan doa, di mana kita bernyanyi, berdoa dan mendengarkan khotbah. Tetapi dari penilaian Tuhan, aktivitas-aktivitas tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai ibadah sejati bila kita mengerjakannya hanya sebagai rutinitas belaka. Janganlah hanya fokus kepada ibadah lahiriah dan melupakan arti ibadah sesungguhnya. Tuhan berkata, "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Matius 15 : 8 - 9)

Bagaimana agar ibadah berkenan di hati Tuhan? Ibadah dan penyembahan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Beribadah kepada Tuhan berarti sujud dalam penghormatan kepadaNya, digambarkan sebagai tindakan membungkuk di hadapan Pribadi yang agung sebagai tanda kerenahan hati dan pengabdian. Bukan membungkuk secara lahiriah, melainkan tunduknya manusia batiniah kita. Ibadah sejati adalah tangapan sepenuhnya hati kita atas kebesaran Tuhan yang kita wujudkan melalui pujian dan penyembahan yang kita naikkan sepenuh hati. Banyak orang Kristen memuji tuhan tanpa semangat, asal-asalan dan ogah-ogahan. Siapakah kita ini? Bukankah kita sedang berhadapan dengan Pribadi yang agung, mulia dan berkuasa, yang menciptkan kita dan juga alam semesta ini? Itulah sebabnya Pemzmur dengan tegas menghimbau kita: "Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan," (Ayat 11-12a dari Mazmur 2)

Ketika kita sungguh-sungguh memikirkan dan merasakan siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia perbuat bagi kita, kita ttidak akan menganggap remeh setiap peribadatan dan bersikap seenaknya lagi. Pujian syukur dan seruan haleluya akan terus mengalir dari dasar hati dan keluar melalui mulut kita karena kita berada dalam ketakjuban akan keagungan Tuhan allah kita.

Beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa !

Sumber : AIR HIDUP

Friday, March 20, 2009

Renungan Harian Jumat, 20 Maret 2009

MENERIMA BERKAT

Aku memanggul langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini. Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,”(Ulangan 30 : 19 )

Bicara tentang berkat pasti menyenangkan, lebih – lebih jika menerima berkat. Siapa yang tidak mau berkat? Bukankah banyak orang Kristen pikirannya hanya terfokus pada berkat, berkat dan berkat dan sebisa mungkin terhindar dari masalah dan ujian. Ketika ujian dan masalah datang mereka mulai mengeluh, menggerutu, mengomel dan protes. Mereka tidak sadar bahwa setiap ucapan negative yang keluar dari mulutnya (omelan, keluhan, protes) dapat menjadi boomerang bagi diri sendiri, rohani maupun jasmani.

Tuhan berfirman kepada bangsa Israel bahwa mereka dihadapkan dengan dua pilihan penting dalam hidup ini yaitu kehidupan dan kematian, berkat atau kutuk. Kutuk dan berkat adalah dua kondisi yang sangat bertolak belakang. “Kutuk” didefinisikan suatu doa atau pengharapan dengan tujuan untuk menyakiti, mencelakakan dan bahkan menghancurkan kehidupan orang lain. Sedangkan ‘berkat’ adalah suatu tindakan pernyataan, deklarasi dan pencurahan berkat dari Tuhan. Jaadi kutuk dan berkat bukan hanya sebagai suatu pengharapan, tetapi juga suatu kenyataan yang dapat terjadi sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Berkat akan diberikan jika “….engkau baik – baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya…” (Ulangan 28 : 1), namun kutuk akan menimpa jika “….engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya..” (Ulangan 28 : 1). Pilihan ada ditangan bangsa Israel sendiri dan kenyataanya mereka gagal mempertahankan hidup benar dihadapan Tuhan, akibatnya kutuk menimpa setiap orang yang hidup dibawah hokum Taurat.

Syukurlah pada Allah, yang karena kasihNya mengutus Yesus penebus kita dari kutuk (Galatia 3 : 13 – 14). Yesus telah mengubah kutuk menjadi berkat. Dengan percaya dan beriman kepadaNya , berkat – berkat Abraham pun menjadi milik kita. Namun ada yang harus kita perhatikan supaya berkat itu tetap menjadi hak kita yaitu kita harus hidup dalam ketaatan.

…….sebab berkat Tuhan tersedia bagi orang benar (Baca Amsal 10 : 6a)

Sumber : AIR HIDUP

Thursday, March 19, 2009

Renungan Harian Kamis, 19 Maret 2009

PENDERITAAN PAULUS

"Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah" ( Efesus 3 : 1 )

Sebelum menjadi orang Kristen, Paulus adalah penganiaya orang-orang Kristen. Dia bertindak begitu brutal, pergi dari satu kota ke kota lain untuk mengejar orang Kristen, menganiaya bahkan membunuh mereka. Namun ketika dia bertobat, dia menyadari bahwa orang yang belum percaya kepada Kristus juga akan melakukan hal yang sama seperti yang pernah dia lakukan dan sudah pasti mereka merasa tindakannya itu benar. Banyak orang yang nekat menyerang atau menganiaya orang lain demi agama dengan anggapan apa yang dilakukannya itu adalah wujud ketaatannya.

Kini Paulus sadar bahwa ia menjadi orang yang teraniaya dan mengalami penderitaan karena Kristus, sama seperti orang-orang yang pernah ia aniaya yang menderita karena Kristus, sehingga Paulus pun rela menderita karena Kristus. Itulah sebabnya Paulus dapat berkata "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1 : 21). Tetapi penderitaan yang dimaksud bukanlah penderitaan karena mati konyol. Rasul Paulus tidak pernah menyesal meski harus menderita, karena ini adalah tugas dan panggilan yang Tuhan ingin dia kerjakan. Tugas tersebut tidak hanya berhenti pada zaman Paulus, namun harus terus dikerjakan sampai Tuhan datang yang kedua kalinya. Seberapa jauh kita punya tekad turut ambil bagian dalam pemberitaan Injil? Sanggupkah kita menjadi orang "terpenjara" dan menderita bagi Dia, seperti Paulus? Jika kita harus menderita karena memberitakan Injil Kristus, itu belum seberapa dibandingkan pengorbanan Kristus bagi kita. Tidak mudah menjalaninya, tetapi bila kita menyadari betapa besar anugerah Tuhan bagi kita, kita akan berjuang.

Saat ini dunia sangat membutuhkan berita Injil. Jika tidak ada pemberitaan Injil maka tidak ada orang yang mau bertobat. Bila Injil tidak diberitakan, dunia ini semakin hari semakin gelap. Dunia membutuhkan Injil, dan kita harus menjalankannya karena Tuhan menetapkan kita untuk memberitakan Injil dan juga menderita demi Kristus, bukan hanya menikmati berkatNya saja. jangan menjadi orang Kristen yang lembek, yang hanya suka jadi penonton, tanpa melakukan apa-apa.

Jangan menderita demi dosa, melainkan demi Kristus dan pemberitaan Injil.

Sumber : AIR HIDUP

Wednesday, March 18, 2009

Renungan Harian Rabu, 18 Maret 2009

MENANG ATAS PERSOALAN

"Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." ( Nehemia 1 : 3b )


Tembok negara dibangun untuk membentengi diri dari musuh, supaya rakyat merasa aman dan terlindung dari bahaya. Akan sangat berbahaya apabila tembok itu sudah runtuh, apalagi pintu-pintu gerbangnya sudah terbakar, karena cepat atau lambat musuh akan dengan mudah menyerang kita. Tembok menggambarkan kehidupan kita, seperti tertulis: "Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." (Yesaya 49 : 16). Saat tembok itu berdiri dengan kokoh, keadaan kita damai, tenang, bebas dari permasalahan. Namun ketika tembok kehidupan kita runtuh karena serangan musuh, kehidupan kita berantakan, hancur, tinggal puing-puing.

Musuh yang menghancurkan tembok kita berbicara tentang masalah hidup: krisis ekonomi, sakit penyakit, kebencian, kepahitan, kemalasan dan lain-lain. Supaya tembok kehidupan kita tidak hancur berantakan, kita perlu belajar dari sikap hidup Nehemia sat mendengar bahwa tembok Yerusalem sudah runtuh, bahkan telah menjadi puing-puing selama lebih dari 15 tahun: 1. Tetap berdoa. " ... duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari, Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit," (ayat 4 dari Nehemia 1). Saat dalam pergumulan berat kita harus segera datang kepada Tuhan, serta mengoreksi diri adakah yang salah dalam kehidupan kita. Bila ada dosa harus kita bereskan dulu, mohon ampun tuhan. Kata Nehemia, "Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kau perintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu." (ayat 7).

Adakalanya Tuhan tidak langsung menjawab doa-doa kita, dan kita sering gagal dalam proses menunggu ini. 2. Tetap melakukan tugas dan kewajibannya. Meski pertolongan Tuhan belum datang, Nehemia tetap mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik (Nehemia 2 : 1 - 6). Walau didera banyak masalah/penderitaan jangan pernah berubah, apalagi tidak setia kepadaNya karena pada saatnya "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (Keluaran 14 : 14).

Tetaplah kuat, karena "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,"
Penghotbah 3 : 11

Sumber : AIR HIDUP

Tuesday, March 17, 2009

Renungan Harian Selasa, 17 Maret 2009

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KITA

"Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!" 2 Timotius 4:5

Orang yang bertobat sadar bahwa dirinya berdosa dan mau kembali ke jalan Tuhan. hanya karena anugerahNya seseorang dapat bertobat dan menanggalkan manusia lamanya. Sekarang, setiap orang Kristen memiliki tugas dan tanggung jawab untuk terus-menerus menyerukan berita pertobatan. Selanjutnya Roh Kuduslah yang bekerja, karena Roh Kudus bertugas " ... menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;" (Yohanes 16:8); Roh Kuduslah yang dapat menobatkan seseorang.

Kita sering beranggapan bahwa tugas memberitakan Injil adalah hal yang sia-sia karena kita tidak melihat hasilnya secara langsung. Ingat, kalau seseorang bertobat, itu bukan karena usaha dan kecakapan kita berkata-kata padanya. Tidak! Semua itu semata-mata karena anugerah Tuhan. Namun sebelum kita dipakai Tuhan untuk membangunkan orang lain dari tidur rohaninya, kita sendiri harus terlebih dahulu bangun. Kita harus buktikan bahwa kita telah lebih dulu mengalami pertobatan sejati sehingga orang lain dapat melihat kuasa Ijil yang mengubah kehidupan kita, dengan demikian mereka menjadi percaya. Dan biarlah kita mau dipakai Tuhan menjadi saksiNya dan memberitakan berita pertobatan itu. Biarlah karena kasih, kita terdorong menyampaikan kebenaran firman kepada orang lain dan bukannya ikut kompromi dengan dosa mereka. Kita tidak ingin orang-orang yang kita kasihi mengalami kebinasaan kekal, bukan?

Kita tahu semua manusia berdosa, tetapi ini janganlah menghalangi kita untuk bertobat. Di sini ditegaskan bahwa pengampunan dosa itu akan kita dapatkan apabila kita benar benar bertobat. Jadi jangan pernah berhenti melakukan tugas pelayanan yang dipercayakan kapada kita. Dalam segala keadaan "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (ayat 2 dari 2 Timotius 4). Berita kebenaran itu mutlak dan penting untuk didengar dan dikabarkan kepada semua orang karena semua manusia berdosa dan pasti akan binasa jika mereka tidak kembali kepada yesus Kristus yang adalah satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup.

"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Lukas 10 : 2a. Siapkah kita?

Sumber : AIR HIDUP

KEPUTUSAN RAPAT PENDETA GKPI KE XXXVI

KEPUTUSAN RAPAT PENDETA GKPI KE XXXVI
NO. 9/RP-GKPI-XXXVI/III/2009
PESAN RAPAT PENDETA GKPI XXXVI

Sifat : Biasa dan diwartajemaatkan

Kepada Yth :
Semua Warga GKPI
d/p. Pendeta Resort / Jemaat Khusus
di
Tempat Masing-Masing

Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus !

Atas perkenaan Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja, Rapat Pendeta GKPI ke XXXVI tahun 2009 dapat berlangsung dengan baik di GKPI Resort Pekan Baru, Riau, Tanggal 9 - 13 Maret 2009, yang dihadiri 185 orang Pendeta di bawah terang Thema : "LIHATLAH AKU MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU" (Wahyu 21:5a) dengan Sub-Thema : "Di dalam Terang Kristus Yang Membaharui Gereja, Pendeta GKPI siap mensukseskan Pemilu 2009"

Rapat ini diawali dengan prosesi, ibadah bersama dan upacarea pembukaan oleh Bishop GKPI dan diresmikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau yang diwakili oleh Penbimas Kristen Provinsi Riau, dengan melakukan pemukulan gong, dihadiri oleh Pendeta, Warga jemaat serta Undangan dari PGI-W, BKGR/FKUB Riau dan Kumpulan Koor. Dalam khotbah pembukaan Bishop GKPI, Pdt. Dr. MSE Simorangkir mengajak semua warga GKPI untuk bekerjasama membuat pembaruan. Dengan bersatu kita dapat mengaktualisasikan diri sebagai pelaku pembaruan secara holistik dan khususnya dalam situasi menjelang pemilu 2009 agar warga GKPI turut aktif ambilbagian dalam pesta demokrasi tersebut, serta bekerjasama untuk mendorong memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Shalom): Satu tubuh dan satu roh sebagaimana kita dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita (Efesus 4:3-4, I Kor 12, Roma 12:4-8). Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan GKPI bisa maju pesat asal dikelola dengan baik. Untuk mewujudkan itu harus dibayar dengan pengorbanan yang tidak bisa diukur dengan materi, terutama Pendeta dan warga jemaat haruslah bermitra. Ketua BPRP dalam pidatonya menekankan tentang swa-bina dengan mengajak para pelayan untuk membina segenap warga jemaat agar lebih dewasa serta mampu memahami kuasa Allah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks Indonesia yang majemuk. Demikian juga Sekjen GKPI Pdt. M. Simamorar, S.Th dalam pidato pembukaan berharap agar supaya para pelayan GKPI meningkatkan pelayanan, persekutuan dan kesaksian.

Makna pembaruan yang dikumandangkan oleh Thema dan Sub-Thema, mengajak semua peserta rapat untuk menggumuli dalam memberikan jawaban konkrit terhadap pergumulan bangsa dewasa ini, khususnya yang berkaitan dengan pesta demokrasi yang sudah dekat. Dalam ceramah tentang hubungan Gereja dan Negara yang disoroti dari sudt Dogmatika, Sejarah Gereja dan Sosial Politik, yang ditekankan perlunya keseimbangan dan partisipasi dalam politik yang dijelaskan dan dipertanggungjawabkan oleh gereja ysecara responsif, dialogis, dan rekonsiliatif. para Pendeta juga dibekali tentang pengenalan akan budaya Melayu, yang digambarkan melalui rumah adat melayu yang punya banyak pintu, yang makna filosofinya adalah: masyarakat melayu tidak pandang siapa saja, dari mana datangnya atau asalnya, akan diterima secara terbuka; atau terbuka kepada masyarakat pendatang dengan mempedomani "di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung".

GKPI di tahun ini, akan menyelenggarakan kegiatan tahun Perempuan GKPI yang dipadukan dengan berbagai rangkaian kegiatan a.l : Pertemuan Raya Kaum Perempuan GKPI, Festival Koor Kaum Perempuan GKPI, Pertemuan isteri Pendeta GKPI dan HUT GKPI ke 45 yang akan berlangsung di GKPI Sidorame, Wilayah Medan I. Diharapkan semua Jemaat, Resort dan Koordinasi Wilayah berpartisipasi dalam kegiatan Kaum perempuan tersebut.

Kita bersyukur bahwa Dana Sosial pendeta sudah mengalami kemajuan, demikian juga berbagai kemajuan yang dicapai oleh GKPI dengan suksesnya SAK 2008 di Ciloto, Peningkatan pelayanan di semua arus dan perjalanan GKPI menuju Sistem Sentralisasi Keuangan (SSK). Sekalipun demikian, disadari bahwa masih banyak hal-hal yang harus dibenahi GKPI ke masa depan untuk membenahi ketertinggalannya dalam pelayanan, khususnya dalam pembangunan rohani semua pelayan dan warga jemaat. GKPI juga dapat mempersiapkan diri dalam memberikan partisipasinya pada Pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden yang akan berlangsung tahun 2009 ini.

Sehubungan dengan itu, maka Rapat Pendeta GKPI XXXVI menyampaikan pesan sebagai berikut :

1. Agar pelayan dan seluruh warga jemaat GKPI dihimbau untuk menyalurkan aspirasi politiknya dengan baik, berpartisipasi dan bertanggungjawab mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

2. Agar seluruh pelayan dan warga jemaat dapat bersama-sama bergandengan tangan dalam mensukseskan Tahun Perempuan 2009 dengan berpartisipasi dalam kegiatan yang telah dicanangkan.

3. Agar seluruh pelayan dan warga jemaat GKPI tetap memelihara hubungan yang harmonis, seimbang dan bertganggungjawab antara Gereja dan Negara, Pemerintah dan Umat beragama lain.

Rapat Pendeta GKPI ini diakhiri dengan ibadah penutupan serta perjamuan kudus. Akhirnya peserta rapat mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga jemaat GKPI di semua tempat, semua donateur, pemerintah Provinsi Riau dan khususnya kepada Pnitia yang telah bekerja keras untuk mensukseskan Rapat Pendeta ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Kasih karunia Tuhan yesus Kristus dan kasih setia Allah Bapa dan persekutuan di dalam Roh Kudus menyertai kita semua.

Ditetapkan di : Pekan Baru
Tanggal : 12 Maret 2009

BADAN PEKERJA RAPAT PENDETA

----------Ketua --------------------------------------------------------------Sekretaris



Pdt. C.P. Hutagalung, S.Th ------------------------------------Pdt. R.M. Purba, S.Th


PIMPINAN PUSAT GKPI

-----------Bishop ------------------------------------------------------------Sekretaris



Pdt. Dr. MSE. Simorangkir ----------------------------------Pdt. M. Simamora, S.Th